Jakarta, CNBC Indonesia – Publik rutin menyamakan penyakit GERD dengan maag lantaran sama-sama mengalami permasalahan pada organ lambung.
Mengutip laman resmi Kemenkes, maag akut adalah peradangan juga pembengkakan yang digunakan terjadi pada lapisan lambung secara secara tiba-tiba yang mana mengakibatkan rasa sakit yang tersebut luar biasa, namun sifatnya sementara.
Dokter Spesialis Gastroenterologi FKUI-RSCM dr. Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa penyakit maag hanya sekali terjadi di area lambung semata dengan gejala seperti nyeri uluhati, begah, mual, muntah, kembung, cepat kenyang juga sendawa. Sedangkan gejala utama dari GERD adalah rasa panas pada dada lalu mulut terasa pahit. Orang bisa jadi kena GERD lalu maag sekaligus tapi kalau murni GERD, biasanya tidak ada ada gejala-gejala pada lambung.
Studi menunjukkan bahwa inovasi pola makan adalah terapi lini pertama GERD, bukanlah obat resep. Terapi non farmakologis, seperti manajemen pola makan, ketika ini dianggap sebagai cara terbaik untuk mengurus GERD.
Dalam jurnal Current Medicinal Chemistry pada 2019 juga menunjukkan perawatan terbaik untuk penderita GERD mencakup pembaharuan gaya hidup. Gaya hidup yang rutin memakan makanan tinggi lemak, kopi, coklat, makanan pedas, dan juga alkohol mampu meningkatkan asam lambung.
Ahli gastroenterologi serta profesor kedokteran di area Harvard Medical School Dr. Jacqueline Wolf merekomendasi 9 cara untuk mengobati asam lambung tanpa obat, berikut caranya:
1. Tidur miring
Secara ideal, tempat kepala Anda harus 6 hingga 8 inci lebih lanjut tinggi dari kaki Anda. Kondisi ini dapat dilaksanakan dengan menyediakan penyangga “ekstra tinggi” pada bagian tempat tidur yang menopang kepala Anda. Dr.Wolf tidaklah menyarankan untuk menghasilkan ganjalan dengan menumpuk bantal oleh sebab itu menurutnya itu tiada akan membantu kondisi yang Anda butuhkan.
2. Hindari makanan tertentu
Apabila Anda mempunyai resiko asam lambung, anda disarankan untuk tidak ada mengonsumsi beberapa makanan yang digunakan dapat memicu hal tersebut. Adapun beberapa makanan yang mana memicu refluks, yakni makanan jenis mint, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, coklat, kemudian alkohol.
3. Jangan minum minuman bersoda
Minuman bersoda memproduksi Anda menjadi bersendawa sebab gas yang mana dimilikinya. Hal itu dapat membantu mengirimkan asam ke kerongkongan. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda minum air biasa cuma daripada meminum minuman bersoda.
4. Jangan tidur setelahnya makan
Anda disarankan untuk tidur tiga jam setelahnya makan. Itu artinya, anda tidaklah boleh tidur siang pasca makan siang, dan juga tiada boleh makan waktu malam atau ngemil sedang di malam hari akibat dapat memicu anda mengantuk juga segera tertidur.
5. Jangan bergerak terlalu cepat
Setelah makan, anda disarankan untuk bukan melakukan olahraga berat. Kalau hanya saja sekadar jalan-jalan, itu masih diperbolehkan, namun tiada untuk aktivitas yang tersebut terlalu berat. Apalagi, aktivitas yang dimaksud mengharuskan anda membungkuk, itu perlu dihindari. Karena membungkuk dapat mengirimkan asam ke kerongkongan Anda.
6. Makan sedikit serta perlahan
Pada ketika perut pada kondisi penuh, maka rentan terjadi kenaikan asam lambung hingga ke kerongkongan. Untuk itu, Anda bisa jadi meredanya dengan makan dengan porsi yang dimaksud tambahan sedikit tambahan kerap daripada makan pada jumlah agregat besar sebanyak tiga kali setiap harinya.
7. Turunkan berat badan apabila disarankan
Tubuh yang digunakan miliki berat badan berlebihan berpotensi menyebarkan struktur otot yang tersebut menopang sfingter esofagus bagian bawah yang mana dapat mengempiskan tekanan yang mana menahan sfingter agar masih tertutup. Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung naik lalu mulas. Untuk itu, apabila Anda disarankan untuk menurunkan berat badan, itu adalah pilihan yang dapat Anda coba.
8. Berhentilah merokok
Nikotin yang dimaksud terdapat pada rokok dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah. Hal itu seperti penjelasan di dalam berhadapan dengan dapat menciptakan proses pencernaan bermasalah.
9. Periksa obat Anda
Apabila Anda sedang mengonsumsi obat, coba periksa beberapa obat, termasuk postmenopausal estrogen, antidepresan trisiklik, juga obat penghilang rasa sakit anti inflamasi yang tersebut dapat mengendurkan sfingter. Kemudian yang dimaksud lainnya, teristimewa bifosfonat seperti alendronate (Fosamax), ibandronate (Boniva), atau risedronate (Actonel), yang tersebut digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang dapat mengiritasi kerongkongan.
Itulah beberapa hal yang dimaksud dapat Anda lakukan untuk mereda asam lambung selain menggunakan obat. Namun, apabila cara-cara yang dimaksud tak bekerja dengan baik atau Anda mengalami kondisi yang lebih tinggi parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang dimaksud tepat.
Artikel Selanjutnya Benarkah Bantal Baji Bisa Cegah GERD Kumat? Ini adalah Kata Dokter




