“Mau tingkat kematangan steak berapa?” Mendapat pertanyaan seperti ini dari waiter mungkin bikin kamu bingung memilih yang mana. Karena rekomendasi setiap orang berbeda, ada yang suka dengan well done, tapi ada pula medium rare.
Kalau ini adalah pertama kali kamu pergi makan steak, perlu diingat kalau jawaban pertanyaan tersebut bisa berbeda-beda. Tidak semua orang memiliki selera tingkat kematangan yang sama, karena tekstur, rasa, bahkan tingkat juicy daging beragam.
Nah, supaya tidak salah pilih, penting untuk kamu mengenali setiap tingkat kematangan steak sebelum memesan. Yuk, cek perbedaannya dan temukan mana yang jadi seleramu.
Lima Level Kematangan dan Cara Mengenalinya
Memahami tingkat kematangan steak akan membuat kamu lebih mudah mengenali steak apa yang paling cocok di lidah. Supaya nggak hanya mengandalkan tebakan saat pesan, yuk kenali lima level kematangannya berikut ini:
1. Rare
Steak rare dimasak sebentar sehingga bagian luarnya sudah kecoklatan, sementara bagian dalamnya masih berwarna merah dan terasa sangat juicy. Teksturnya cenderung lembut dengan bagian tengah yang masih cukup dingin atau hangat.
- Ciri: Bagian luar kecoklatan, bagian dalam sekitar 75% masih merah.
- Tekstur: Sangat lembut, juicy, dan terasa lebih empuk.
- Suhu internal: Sekitar 49-52 derajat Celcius.
- Cocok untuk: Kamu yang suka rasa daging yang kuat dengan bagian dalam yang masih merah.
2. Medium Rare
Kalau kamu suka steak yang tetap juicy tetapi ingin bagian dalamnya lebih hangat, medium rare bisa jadi pilihan. Bagian tengahnya masih merah muda kemerahan, sedangkan teksturnya tetap lembut dan juicy.
- Ciri: Bagian luar kecoklatan dengan bagian tengah merah muda kemerahan.
- Tekstur: Lembut, juicy, dan sedikit lebih firm dibanding rare.
- Suhu internal: Sekitar 54-57 derajat Celcius.
- Cocok untuk: Kamu yang ingin keseimbangan antara kelembutan, rasa daging, dan tingkat kematangan.
3. Medium
Pada tingkat medium rare, warna merah di bagian tengah mulai berkurang dan berubah menjadi merah muda. Steak terasa lebih matang dibanding medium rare, tetapi masih cukup juicy dan tidak terlalu kering.
- Ciri: Bagian tengah berwarna merah muda dengan bagian luar lebih kecoklatan.
- Tekstur: Masih lembut dan juicy, tetapi lebih padat.
- Suhu internal: Sekitar 60-63 derajat Celcius.
- Cocok untuk: Kamu yang ingin steak cukup matang tetapi tetap mendapatkan tekstur juicy.
4. Medium Well
Ingin steak yang hampir matang seluruhnya tetapi masih menyisakan sedikit warna merah muda? Medium well bisa menjadi pilihan yang pas untukmu.
- Ciri: Bagian tengah hanya menyisakan sedikit warna merah muda.
- Tekstur: Lebih firm dan cenderung lebih kering dibandingkan medium.
- Suhu internal: Sekitar 65-68 derajat Celcius.
- Cocok untuk: Kamu yang kurang suka daging merah, tetapi masih ingin steak yang tidak terlalu kering.
5. Well Done
Kalau kamu lebih nyaman dengan steak yang matang sempurna hingga bagian tengah, well done adalah level yang bisa dipilih. Tidak ada lagi warna merah muda di bagian dalam, sementara teksturnya lebih padat dan cenderung lebih kering karena dimasak lebih lama.
- Ciri: Warna bagian dalam didominasi coklat atau abu-abu kecoklatan tanpa adanya warna merah muda.
- Tekstur: Firm, padat, dan lebih sedikit juicy.
- Suhu internal: Sekitar 71 derajat Celcius atau lebih.
- Cocok untuk: Kamu yang lebih suka daging matang sepenuhnya dan tidak ingin bagian dalamnya berwarna merah.
Kenapa Tidak Ada “Kematangan Terbaik” yang Universal
Tidak ada tingkat kematangan steak yang paling enak untuk semua orang karena selera dan jenis potongan daging bisa berbeda. Kandungan lemak serta karakter serat daging juga membuat setiap steak memberikan hasil yang berbeda saat dimasak.
Lean cut yang rendah lemak cenderung lebih cepat kering jika dimasak terlalu lama. Sebaliknya, marbled cut yang kaya lemak biasanya lebih tahan panas dan tetap juicy meski dimasak lebih matang.
Jadi, jangan hanya memilih kematangan berdasarkan warna daging saja. Jenis potongan steak juga perlu kamu pertimbangkan agar tekstur dan rasa daging tetap maksimal.
Menyesuaikan Kematangan dengan Potongan
Salah satu contoh potongan daging yang paling sering tersedia dan disukai adalah sirloin. Umumnya, sirloin dimasak paling nikmat pada tingkat medium rare hingga medium yang akan membuat teksturnya empuk dan juicy.
Untuk memahami kenapa sebuah sirloin perlu disesuaikan tingkat kematangannya agar juicy, ada baiknya kenali dulu sirloin bagian apa dan karakter dagingnya. Sirloin berasal dari bagian belakang sapi dan memiliki lemak dan otot yang cocok dimasak dengan panas tidak terlalu lama.
Jika dimasak terlalu matang, sirloin bisa kehilangan cukup banyak cairan sehingga teksturnya kering dan keras. Sebaliknya, medium rare hingga medium membantu mempertahankan kelembutan sekaligus memberikan bagian luar lebih gurih dan coklat.
Namun, pilihan ini tetap bisa disesuaikan dengan seleramu dan ketebalan steak. Jadi, saat memesan sirloin, kamu bisa mempertimbangkan karakter potongannya terlebih dahulu sebelum menentukan tingkat kematangan.
Tips Memastikan Kematangan Sesuai Pesanan
Sudah tahu tingkat kematangan yang kamu mau, tapi khawatir steak yang datang ternyata tidak sesuai? Tenang, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memastikan hasilnya mendekati pesanan.
1. Gunakan Finger Test untuk Memperkirakan Tekstur
Finger test bisa kamu gunakan untuk memperkirakan tingkat kematangan steak dengan membandingkan kekenyalan daging dengan bagian telapak tangan. Cara ini tidak seakurat termometer, tapi cukup membantu jika kamu ingin mengenali tekstur tanpa harus memotongnya.
2. Jangan Langsung Memotong Steak
Setelah matang, biarkan steak resting selama beberapa menit sebelum dipotong. Proses ini membantu cairan di dalam daging kembali merata sehingga steak terasa lebih juicy dan tidak langsung kehilangan banyak cairan saat ditiris.
3. Sampaikan Pesanan dengan Spesifik kepada Waiter
Jangan ragu menjelaskan tingkat kematangan yang kamu inginkan kepada waiter, terutama jika punya preferensi tertentu. Kamu juga bisa menyebutkan apakah ingin bagian tengah lebih merah, sedikit pink, atau matang sepenuhnya agar pesanan lebih mudah dipahami.
4. Perhatikan Ketebalan Steak
Ketebalan daging juga bisa memengaruhi hasil akhir meskipun kamu memesan tingkat kematangan yang sama. Steak yang lebih tebal memerlukan waktu berbeda untuk mencapai suhu internal tertentu, jadi jangan heran kalau tampilan dan teksturnya bisa sedikit berbeda antar potongan.
Pada akhirnya, menentukan tingkat kematangan steak bukan hanya soal memilih rare, medium, atau well done. Kenali dulu potongan dagingnya, lalu sesuaikan dengan tingkat kematangan agar karakter, tekstur, dan rasa daging maksimal.
Kalau masih mencari tingkat kematangan favorit, mencoba potongan yang sama pada beberapa level bisa jadi cari yang seru. Kamu bisa melakukannya saat menikmati steak di Steak Hotel by Holycow yang menyediakan berbagai pilihan potongan steak dan tingkat kematangan berbeda.
Di Holycow yang asli semua daging steak memiliki kualitas dan standar mutu yang terjaga. Founder Holycow Wynda Mardio juga memastikan setiap proses memasak steak mendapat perhatian khusus agar tingkat kematangan terjaga.
Sudah tidak sabar untuk mencicipi steak dan menemukan seleramu? Yuk, langsung saja ke TKP Holycow terdekat di kotamu.
